Warga Dukuh Bengkung Kebunbatur Menyambut Bulan Ramadhan Dengan Tradisi Sadranan

2 minutes, 37 seconds Read



Demak, Hukum-Kriminal.com – Sadranan atau Nyadran merupakan salah satu tradisi yang masih lekat dalam kehidupan masyarakat Jawa. Di dukuh Bengkung Kebonbatur Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, masyarakatnya menyambut bulan suci ramadhan dengan tradisi nyadranan..

Nyadran sendiri berasal dari bahasa Sanskerta “Sraddha” yang artinya keyakinan. Tradisi Nyadran merupakan suatu budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal dan seiring berjalannya waktu mengalami proses perkembangan budaya sehingga menjadi adat dan tradisi yang memuat berbagai macam seni budaya.

Nyadran dikenal juga dengan nama Ruwahan, karena dilakukan pada bulan Ruwah yaitu dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan Tradisi Nyadran berdasarkan sejarahnya merupakan suatu akulturasi budaya jawa dengan islam.(23/02/25)

Menurut KH Wbdul Wahid S.Pd.I, Nyadran atau Sadranan adalah tradisi yang dilakukan oleh orang jawa yang dilakukan di bulan Sya’ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di desa masing-masing, dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, juga dijadikan sebagai sarana guna melestrikan budaya gotong royong dalam masyarakat sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama), ucapnya dalam moidhoh hasanah.

Sedangkan Tradisi Nyadran terdiri dari berbagai kegiatan, yakni, Melakukan besik, yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan. Dalam Kegiatan ini masyarakat dan antar keluarga saling bekerjasama gotong-royong untuk membersihkan makam leluhur.

Didalam tradisi nyadran itu warga dukuh Bengkung sangat antusias sekali, berbontong-bontong menuju makam ngerembes walaupun jaraknya kurang lebih satu kilo.

Didalam adat nyadran ada yang namanya Ujub, Ujub dalam tradisi ini terkandung maksud rangkaian upacara adat Nyadran yang dipimpin oleh Pemangku Adat.Sedangkan menurut hukum Islam adalah tahlil dan doa yang dipimpin Kiyai.

Didalam kegiatan Doa,tahlil bersama yang ditujukan kepada roh leluhur yang sudah meninggal.

Kembul Bujono dan Tasyukuran adalah, setelah dilakukan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. Masyarakat menggelar Kembul Bujono atau makan bersama dengan setiap keluarga yang mengikuti kenduri harus membawa makanan sendiri. Makanan yang dibawa berupa makanan tradisional, seperti ayam ingkung, sambal goreng ati, urap sayur dengan lauk rempah, prekedel, tempe dan tahu bacem, dan lain sebagainya.

Setelah masyarakat telah berkumpul dan membawa kendurinya masing-masing, kemudian makanan yang dibawa diletakkan didepan untuk didoakan oleh pemuka agama setempat untuk mendapatkan berkah dan kemudian tukar menukar makanan yang tadi dibawa oleh masyarakat, untuk mengakhiri acara kemudian masyarakat melakukan makan berasama dengan saling bersendau gurau untuk saling mengakrabkan diri.

Tata cara pelaksanaan tradisi nyadran tidak hanya sekedar ziarah ke makam leluhur tetapi juga terdapat nilai-nilai sosial budaya seperti gotong royong, pengorbanan, ekonomi, menjalin silaturahmi, dan saling berbagi antar masyarakat di suatu lingkungan.

Tradisi Nyadran dilakukan dengan kearifan lokal masing-masing sehingga dibeberapa tempat terdapat perbedaan-perbedaan dalam prosesi pelaksanaannya. Dalam perjalanannya terdapat pengembangan-pengembangan dalam prosesi Nyadran yakni dengan memasukkan unsur-unsur budaya, salah satunya pengajian tahlilan asrokal yakni dengan bebagai sambutan sambutan untuk menyampaikan kegiatan acara nyadran.

Kegiatan tradisi nyadran tersebut juga dihadiri Kepala Desa M. Abdullah Fatoni, sedangkan KH.Abdul Wahid adalah sebagai moidhoh hasanah

Khoiril sebagai Ketua Panitia Nyadran mengucapkan terimakasih atas partisipasi warga yang ikut menyukseskan kegiatan nyadran tersebut dengan lancar,aman, semoga di tahun yang akan datang lebih meriah dari tahun ini, ucapnya. (Khoiril)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *