Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadiri HPN 2026 di Banten, Fadli Zon Letakkan Batu Pertama Museum Siber Pertama di Indonesia

1 minute, 59 seconds Read




Jakarta, Hukum-kriminal.com – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar pada Senin, 9 Februari 2026 di Provinsi Banten dipastikan menjadi momentum penting bagi dunia pers nasional. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung dalam agenda tersebut.
Kepastian itu terungkap dalam audiensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat dengan Kementerian Kebudayaan RI pada Jumat (23/1/2026) di Jakarta. Audiensi diterima oleh Muhammad Asrian Mirza, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik.

Informasi tersebut disampaikan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, melalui keterangan pers, Jumat malam.

“Bapak Presiden Prabowo telah menjadwalkan kehadirannya pada HPN 2026 di Banten. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, juga siap hadir sekaligus melakukan peletakan batu pertama Museum Siber SMSI,” ujar Muhammad Asrian Mirza.

Rangkaian HPN 2026 yang diselenggarakan SMSI, Konstituen Dewan Pers—
, akan ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Museum Siber SMSI pada 7 Februari 2026 di Kota Serang, Banten. Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dipastikan hadir dalam agenda tersebut.

Museum ini disebut sebagai museum media siber pertama di Indonesia, yang akan menjadi monumen sejarah perjalanan pers digital nasional.
Audiensi tersebut dihadiri jajaran SMSI Pusat, di antaranya Prof. Dr. Taufiqurochman (Dewan Penasihat), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum Bidang Usaha Media Siber dan Digital), dr. Nishal (Direktur Media Crisis Center), serta Dyah Kristiningsih (Wakil Direktur Kesekretariatan dan Keuangan).

Ilona Juwita, yang juga dikenal sebagai cucu tokoh seni budaya legendaris Pak Ogah, menyatakan kesiapannya mendampingi Menteri Kebudayaan dalam agenda peletakan batu pertama Museum Siber SMSI.
Ia menegaskan, museum tersebut akan menjadi ruang sejarah dan peradaban digital pers Indonesia.

“Museum ini merupakan museum media siber pertama yang dibangun di Indonesia. Ini adalah tonggak penting bagi pers digital dan kebudayaan nasional,” tegas Ilona.

Pertemuan SMSI dan Kementerian Kebudayaan berlangsung dalam suasana hangat namun sarat muatan strategis. Salah satu fokus utama ialah penguatan kolaborasi antara media siber dan negara dalam membangun peradaban berbasis kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan nasional, sementara media siber dipandang berperan penting dalam merawat nilai-nilai lokal, bahasa daerah, serta pengetahuan komunitas.

Ketua Umum SMSI Firdaus menegaskan, Museum Siber SMSI di Banten diharapkan menjadi simbol kolaborasi negara dan pers dalam menjaga memori kolektif, identitas, serta perjalanan pers Indonesia di era digital.

Di tengah derasnya arus informasi, kata Firdaus, wartawan dituntut bukan hanya cepat, tetapi juga beretika, berakar, dan berpihak pada nilai kebudayaan.
Dari cerita rakyat hingga ruang redaksi digital, pers tetap menjadi penjaga narasi Indonesia, agar jati diri bangsa tetap hidup dan berdaulat atas maknanya sendiri.(Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *