
SEMARANG, Hukum-Kriminal.com | Pemandangan tak biasa mengguncang kawasan Jalan Duku, Lamper, Semarang Selatan, Rabu sore. Puluhan atlet Singo Barong Boxing Camp yang biasanya bertarung sengit di atas ring, kini justru turun langsung ke jalan. Bukan untuk adu pukulan, melainkan menebar kebaikan dengan membagikan paket takjil kepada para pengendara dan warga yang melintas. Rabu, 10/3/2026.
Aksi sosial yang dipimpin langsung oleh Ketua Singo Barong Boxing Camp, Didik, ini sontak menarik perhatian masyarakat. Para petinju yang dikenal tangguh di arena pertandingan menunjukkan sisi lain mereka: jiwa sosial yang kuat dan kepedulian terhadap sesama di bulan suci Ramadan.
Didik menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda berbagi makanan berbuka. Lebih dari itu, ini adalah pesan kuat bahwa seorang fighter sejati bukan hanya diukur dari kekuatan pukulan, tetapi juga dari besar kecilnya hati untuk peduli.
“Petarung sejati bukan hanya yang menang di ring, tapi yang mampu berbagi dan hadir untuk masyarakat. Ramadan adalah momen terbaik untuk menumbuhkan kepedulian itu,” tegasnya di sela kegiatan.
Aksi tersebut menjadi simbol transformasi para atlet Singo Barong:
Dari Ring ke Jalanan – Mendekatkan diri dengan masyarakat.
Dari Petarung Jadi Pejuang Kebaikan – Menanamkan karakter kepada para atlet muda.
Di Bulan Ramadan ini para atlit singo barong, mengubah disiplin olahraga menjadi aksi sosial nyata.
Sepanjang kegiatan, para atlet tampak penuh semangat menyapa pengendara dengan senyum dan salam. Paket-paket takjil dibagikan kepada warga yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Bagi Singo Barong Boxing Camp, kegiatan ini bukan yang terakhir. Mereka berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui prestasi olahraga, tetapi juga lewat aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.
Dengan semangat Ramadan, para petarung ini membuktikan satu hal:
tangan yang kuat untuk memukul di ring, juga bisa menjadi tangan yang tulus untuk berbagi. (Agil)
