Polisi Evakuasi Korban Kericuhan Orkes di Demak, Pelaku Lempar Batu Masih Diburu

author
1 minute, 46 seconds Read




Demak, Hukum-Kriminal.com – Aparat Kepolisian bergerak cepat menangani kericuhan yang terjadi dalam kegiatan hiburan masyarakat berupa orkes musik Romansa di Lapangan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Senin (23/3/2026). Dalam peristiwa tersebut, dua warga mengalami luka akibat lemparan batu dan langsung mendapatkan pertolongan dari petugas.

Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, menjelaskan bahwa kegiatan hiburan yang menghadirkan orkes musik Romansa dari Kabupaten Jepara berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.

“Kericuhan bermula saat sekelompok pemuda yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang datang dari arah Kabupaten Kudus dan Pati menuju lokasi acara,” ujar Nu’man, Rabu (25/3/2026).

Setibanya di lokasi, kelompok pemuda tersebut diduga memprovokasi pemuda setempat hingga memicu keributan. Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Linmas yang berjaga langsung melakukan langkah pengendalian untuk meredam situasi agar tidak meluas.
Petugas kemudian memukul mundur massa ke arah Jembatan Kapiro sejauh kurang lebih 200 meter. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung wilayah Kabupaten Kudus dan Pati menuju Kabupaten Demak melalui Desa Wilalung.

Namun saat proses pembubaran berlangsung, sekelompok pemuda tersebut melempari batu ke arah petugas. Lemparan batu itu juga mengenai warga yang sedang melintas di jembatan.

“Dua warga yang kebetulan melintas terkena lemparan batu dan mengalami luka. Anggota yang bertugas segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Gajah 2 untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.

Kedua korban diketahui bernama Nadila Ardiatus Siva (18) dan Muhammad Nauval (8), warga Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Keduanya mengalami luka lecet di bagian kepala dan sempat menjalani perawatan medis.

Lebih lanjut, Nu’man menyampaikan bahwa panitia penyelenggara bertanggung jawab atas biaya pengobatan serta memberikan santunan kepada para korban. Pihak keluarga korban juga telah menyatakan tidak menuntut atas kejadian tersebut.
Saat ini, pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pelemparan batu. Proses identifikasi dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman video yang beredar di lokasi kejadian.

“Petugas masih memburu pelaku pelemparan batu dengan mendalami beberapa video yang menjadi bahan penyelidikan,” tambahnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan hiburan masyarakat berlangsung. Warga diharapkan tidak mudah terprovokasi serta segera melapor apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.

“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan Kepolisian secara cepat,” pungkasnya.(Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *