Oknum TNI Berinisial “IS” Diduga Jadi Mafia Solar Subsidi di Jepara, Terseret Isu Jual Beli Senpi Ilegal hingga Pemerasan Wartawan Rp5 Juta

author
1 minute, 26 seconds Read

Jepara, Hukum-kriminal.com — Dugaan praktik mafia BBM bersubsidi di wilayah hukum Jepara kembali mencuat dan menyeret nama seorang oknum anggota TNI berinisial “IS”. Oknum tersebut diduga tidak hanya berperan sebagai pengangsu dan penimbun solar bersubsidi, tetapi juga disebut-sebut terlibat dalam praktik jual beli senjata api ilegal hingga dugaan pemerasan terhadap seorang wartawan.
Informasi yang beredar di kalangan masyarakat dan insan pers menyebutkan, oknum TNI tersebut diduga telah lama menjalankan praktik pengumpulan solar subsidi dari sejumlah SPBU di wilayah Jepara. Solar yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan sektor tertentu itu diduga dikumpulkan menggunakan kendaraan khusus, lalu ditimbun sebelum kembali dijual dengan harga lebih tinggi. Sabtu, 28/3/26

Praktik ini dinilai merugikan negara sekaligus membuat distribusi BBM subsidi menjadi tidak tepat sasaran.
Namun dugaan pelanggaran yang menyeret oknum berinisial “IS” ini tidak berhenti pada penyalahgunaan solar subsidi. Sumber yang dihimpun menyebutkan, oknum tersebut juga diduga memiliki jaringan jual beli senjata api ilegal, sebuah praktik yang sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keamanan masyarakat.

Yang lebih mengejutkan lagi, oknum tersebut kini juga diduga melakukan pemerasan terhadap seorang wartawan di Jepara. Wartawan tersebut disebut-sebut diminta menyerahkan uang sebesar Rp5 juta agar tidak mempublikasikan dugaan aktivitas ilegal yang bersangkutan.

Jika benar terjadi, tindakan ini jelas menjadi ancaman serius bagi kebebasan pers sekaligus mencoreng nama baik institusi.
Kasus ini pun memicu kegelisahan di kalangan masyarakat dan jurnalis. Banyak pihak mendesak agar aparat penegak hukum maupun institusi terkait segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh.

Publik berharap tidak ada pembiaran terhadap dugaan praktik mafia solar, perdagangan senjata ilegal, maupun tindakan pemerasan yang melibatkan oknum aparat.

Kini masyarakat menunggu langkah tegas dari pihak berwenang: apakah dugaan kasus besar ini akan diusut hingga tuntas, atau justru menguap tanpa kejelasan di balik kuatnya jaringan dan kekuasaan? (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *