Pemkab Demak Tancap Gas! Desa Binaan Imigrasi Diresmikan, Layanan Paspor Makin Dekat dan Perlindungan Warga Kian Nyata

author
1 minute, 38 seconds Read




DEMAK, Hukum-Kriminal.com –Pemerintah Kabupaten Demak kembali menunjukkan komitmen nyata dalam mendekatkan pelayanan publik sekaligus melindungi warganya dari ancaman kejahatan lintas negara. Melalui program unggulan “Ngantor di Desa”, langkah progresif itu diwujudkan dengan peresmian Desa Binaan Imigrasi di Desa Sumberejo, Kecamatan Mranggen.

Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Demak Hj. Eisti Anah, SE bersama Wakil Bupati Gus Badruddin, yang tampil kompak menyapa masyarakat dan memastikan pelayanan hadir hingga ke tingkat desa.
Peresmian Desa Binaan Imigrasi ini mencakup tiga desa, yakni: Desa Sumberejo, Desa Kalitengah dan Desa Jragung.

Program ini menjadi terobosan penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur pembuatan paspor yang benar, sekaligus membentengi warga dari bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang masih mengintai calon pekerja migran.
Dalam sambutannya, Bupati Demak Hj. Eisti Anah, SE menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak imigrasi adalah kunci utama dalam melindungi masyarakat.

“Kita ingin warga Demak yang bekerja ke luar negeri berangkat melalui jalur resmi, aman, dan mendapatkan perlindungan penuh atas hak-haknya,” tegasnya. Rabu, 15/4/2026.

Tak hanya itu, kehadiran Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Ari Widodo, A.Md.Im., S.IP., M.Si, semakin memperkuat sinergi lintas sektor dalam kegiatan ini. Dalam sesi sosialisasi, ia memaparkan berbagai inovasi layanan keimigrasian yang kini semakin mudah diakses masyarakat.

Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
Kemudahan dan transparansi prosedur pembuatan paspor
Peran vital pemerintah desa dalam verifikasi data kependudukan
Edukasi bahaya bekerja ke luar negeri Losecara non-prosedural
Program “Ngantor di Desa” sendiri menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Melalui pendekatan langsung ini, Pemkab Demak tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga memastikan kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif yang hangat antara pemerintah, pihak imigrasi, dan tokoh masyarakat. Antusiasme warga pun terlihat jelas, menyambut baik hadirnya Desa Binaan Imigrasi sebagai benteng perlindungan bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Dengan langkah ini, Pemkab Demak menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya fokus pada pelayanan, tetapi juga serius dalam menjaga keselamatan dan masa depan warganya. (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *