Respons Perubahan GlobalFirdaus Warning Anggota SMSI: Jangan Jadi Penonton, Jadilah Penuntun Informasi Publik

author
1 minute, 18 seconds Read



JAKARTA, Hukum-Kriminal.com – Di tengah derasnya arus informasi digital dan meningkatnya pengaruh geopolitik global terhadap kehidupan masyarakat, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia, Firdaus, menginstruksikan seluruh anggota SMSI di Indonesia agar tidak sekadar menjadi penyampai berita, tetapi tampil sebagai pemandu informasi yang sehat, objektif, dan dapat dipercaya publik.

Arahan tersebut disampaikan Firdaus saat memberikan pemaparan strategis kepada jajaran pengurus dan anggota SMSI di Jakarta. Dalam kesempatan itu, ia memetakan berbagai pengaruh politik global, dinamika nasional, hingga arah perubahan industri media yang dinilai akan menentukan masa depan pers Indonesia.

“Media tidak boleh hanya mengejar kecepatan. Di tengah banjir informasi dan maraknya disinformasi, media harus menjadi penunjuk arah yang benar bagi masyarakat,” tegas Firdaus.

Menurutnya, perubahan global yang bergerak sangat cepat menuntut insan pers memiliki ketajaman membaca situasi serta kemampuan menjaga independensi. Jika tidak, media berisiko terseret kepentingan tertentu dan kehilangan fungsi utamanya sebagai penyaji informasi yang akurat dan berimbang.

Firdaus menegaskan, anggota SMSI harus mampu merespons berbagai perubahan dengan meningkatkan kualitas jurnalisme, memperkuat profesionalisme, serta menjaga integritas pemberitaan. Langkah itu dinilai penting agar media siber tetap menjadi sumber informasi terpercaya di tengah maraknya konten media sosial yang kerap tidak terverifikasi.

Instruksi tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa SMSI ingin mengambil peran lebih besar dalam menjaga kualitas ruang publik digital. Di saat masyarakat semakin sulit membedakan antara fakta, opini, dan propaganda, media anggota SMSI diharapkan menjadi benteng terakhir yang menjaga akurasi informasi dan kepentingan publik.

Dengan jaringan ribuan media siber di berbagai daerah, SMSI menargetkan terciptanya ekosistem pers yang lebih adaptif, independen, dan mampu menjawab tantangan perubahan global tanpa kehilangan marwah jurnalisme yang berintegritas. (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *