JANJI TINGGAL JANJI! SSB DEMAK KECEWA BERAT , FORSA SIAP GERUDUK DPRD

author
1 minute, 12 seconds Read




DEMAK, Hukum-Kriminal.com — Kesabaran itu ada batasnya! Para penggiat Sekolah Sepak Bola (SSB) di Kabupaten Demak akhirnya angkat suara dengan nada keras. Bukan lagi sekadar keluhan, ini sudah jadi jeritan kekecewaan atas janji-janji pembinaan yang tak kunjung ditepati.
Di balik lapangan berdebu dan mimpi anak-anak yang ingin jadi bintang, tersimpan satu luka lama: inkonsistensi yang terus diulang. Minggu, 19/4/2026.

Koordinator FORSA SSB Kabupaten Demak, Sunarto, HS, SE, tak lagi berbasa-basi. Ia menegaskan, ini bukan sekadar urusan olahraga—ini soal kepercayaan yang dikhianati.

“Jangan anggap ini sepele! Janji itu punya konsekuensi. Kalau terus diabaikan, ini bisa jadi masalah hukum,” tegasnya lantang.

SSB, lanjutnya, tidak meminta yang muluk-muluk. Mereka hanya butuh satu hal: kepastian. Kepastian agar pembinaan tetap berjalan, agar mimpi anak-anak Demak tidak mati sebelum berkembang.

“Anak-anak ini butuh perhatian nyata, bukan janji yang terus diulur!” tambahnya dengan nada geram.

Situasi ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Pembinaan usia dini bukan proyek musiman, tapi pondasi masa depan sepak bola daerah. Jika dibiarkan, bukan hanya SSB yang dirugikan—Demak bisa kehilangan generasi emasnya.
Dan kini, peringatan itu berubah jadi aksi nyata!

Sebagai bentuk keprihatinan atas “Tragedi Inkonsistensi”, FORSA memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa sekaligus pentas teatrikal di depan Kantor DPRD Kabupaten Demak:
Jumat Legi, 24 April 2026
Pukul 09.00 WIB – selesai
Aksi ini bukan sekadar demonstrasi, tapi simbol perlawanan terhadap janji kosong yang terus berulang.
Satu pesan keras disampaikan:

Karena di baliknya, ada mimpi, ada harapan, dan ada masa depan anak-anak Demak yang sedang dipertaruhkan. (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *