Saat Ribuan Warga Terendam dan Rumah Roboh, NHF Bersama 8 SPPG Turun Langsung Kirim Bantuan Makanan

author
2 minutes, 34 seconds Read


Poto**Saat pemberian bantuan

DEMAK, Hukum-Kriminal.com – Banjir besar yang menghantam Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak sejak 3 April 2026 benar-benar meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Air bah yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang di tiga titik setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu membuat ribuan warga seakan tak berdaya menghadapi terjangan bencana.

Kiriman debit air dari wilayah Salatiga, Kabupaten Semarang, hingga Grobogan memperparah situasi. Akibatnya, tragedi ini tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga menelan korban jiwa. Satu orang meninggal dunia, tujuh rumah roboh, puluhan lainnya rusak berat, ribuan rumah terendam, serta sekitar 400 hektar lahan sawah tenggelam.

Lokasi paling parah berada di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, yang berubah menjadi lautan air.
Di tengah situasi mencekam itu, Nurbani Humanity Foundation (NHF) di bawah naungan Yayasan Nurul Burhan Arrabbani (YNBA) memilih tidak tinggal diam. Senin (6/4/2026) tim kemanusiaan NHF turun langsung ke lokasi membawa makanan siap saji dan paket sembako bagi warga yang terjebak di tengah bencana.
Tak berhenti di situ, hari ini NHF kembali menggencarkan bantuan bersama 8 SPPG Mitra YNBA dan Yayasan Baitussalam Kradenan (YBSK) dengan mengirim makanan siap saji, mie instan, dan kebutuhan darurat lainnya untuk para korban.

Delapan SPPG yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini antara lain: SPPG Gebangsari 3, SPPG Loireng, SPPG Bulusari 5, SPPG Batursari 4, SPPG Dukun, SPPG Bintoro 5, SPPG Bango, dan SPPG Gajah.

Direktur NHF Haryanto SH MH menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menutup mata melihat penderitaan warga yang terdampak banjir.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi masyarakat di sini. Bantuan ini mungkin tidak bisa menggantikan kerugian mereka, tetapi kami berharap bisa sedikit meringankan beban warga yang sedang menghadapi cobaan berat,” tegasnya.

Tidak hanya bantuan logistik, NHF juga menyiapkan langkah nyata jangka panjang, termasuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat banjir.
Ketua Umum YNBA Farrel Husein Al Kaafy menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan bantuan tetap mengalir.

“Kami akan terus menyalurkan makanan dari mitra SPPG MBG YNBA. Jika dibutuhkan, kami siap membantu pembangunan kembali rumah warga yang roboh,” ujarnya.

Komitmen lebih tegas disampaikan Ketua Pembina YNBA, Dr H Ahmad Salim SE MAk MH Ak CRP, yang meminta seluruh mitra SPPG bergerak cepat menyiapkan makanan bagi korban.

“YNBA siap mengerahkan seluruh sumber daya agar bantuan bisa sampai dengan cepat, tepat, dan berkelanjutan kepada masyarakat yang terdampak banjir,” tegasnya.

Ia juga menilai bencana ini harus menjadi alarm kemanusiaan agar solidaritas masyarakat semakin kuat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Baitussalam Kradenan (YBSK), Syaidun S.Pd.I., M.M, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Assalam Grobogan, menyampaikan bahwa tragedi ini adalah panggilan moral bagi semua pihak.

“Banjir ini bukan hanya ujian bagi warga yang terdampak, tetapi juga panggilan bagi kita semua untuk hadir membantu dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi NHF, YNBA, dan YBSK tidak hanya berhenti pada tahap tanggap darurat.

“Kami akan terus ambil bagian hingga tahap pemulihan. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit kembali,” tambahnya.

Kerugian akibat banjir Trimulyo diperkirakan mencapai angka besar. Karena itu, NHF mengajak masyarakat luas untuk ikut bergerak membantu korban agar ribuan warga yang kehilangan rumah dan mata pencaharian bisa segera bangkit dari keterpurukan.
Saat bencana datang, solidaritaslah yang menjadi harapan terakhir bagi mereka yang terdampak. (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *