Revitalisasi SDN Batu 1 Diduga Pembangunanya Asal Jadi, Papan Proyek Hilang, Kepsek ‘Menghilang’, Besi Tulangan Dianggap Asal Tancap!

1 minute, 19 seconds Read

Demak, Hukum – Kriminal.com — Proyek revitalisasi di SDN Batu 1 Karangtengah, Demak kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Alih-alih menunjukkan kerja profesional dan transparan, proyek ini justru diduga penuh permainan dan pelanggaran mencolok yang membuat publik bertanya-tanya: Ada apa dengan revitalisasi ini?

Papan Nama Proyek Tidak Ada — Seperti Proyek Siluman

Di lokasi, papan nama kegiatan tak ditemukan sama sekali. Warga menyebut proyek ini seperti “PROYEK SILUMAN” yang dikerjakan tanpa identitas, tanpa kejelasan anggaran, tanpa transparansi.

Kepala Sekolah Sulit Ditemui — Diduga Menghindar dari Klarifikasi

Saat awak media mencoba meminta penjelasan, Kepala Sekolah SDN Batu 1 disebut selalu tidak ada di tempat. Publik menduga adanya upaya menghindar dari pertanyaan seputar pelaksanaan proyek yang tengah disorot.

Isu Proyek Diborongkan — Pelanggaran Nyata Juknis Revitalisasi?

Informasi lapangan menyebutkan dugaan kuat bahwa proyek ini diborongkan ke pihak ketiga. Jika benar, ini bukan lagi kesalahan teknis, tetapi pelanggaran serius terhadap aturan resmi revitalisasi satuan pendidikan.

Tulangan Besi Diduga Tidak Sesuai RAB — Kualitas Bangunan Dipertanyakan

Temuan awak media di lokasi, menunjukkan besi tulangan tidak sesuai spesifikasi, bahkan tampak mencurigakan. Dengan anggaran besar, publik heran: kok kualitasnya seperti proyek murahan?

Pemasangan Besi Tangga Dianggap Memalukan — ‘Asal Tancap Kayak Tanam Jagung’

Yang paling mengejutkan, pemasangan besi cor sepatu pada tangga depan ditemukan hanya ditancap sembarangan, tidak mengikuti standar teknik. Warga menyebutnya mirip “menanam jagung”, bukan membangun fasilitas pendidikan.


Warga Geram: Minta Dinas Pendidikan dan Inspektorat Turun Tangan Sekarang!

Dengan sederet dugaan kejanggalan ini, warga menuntut audit total. Mereka mendesak Dinas Pendidikan, Inspektorat, dan APH segera mengusut tuntas sebelum terjadi kerugian negara dan membahayakan keselamatan pengguna sekolah.

Revitalisasi seharusnya memperbaiki kualitas pendidikan — bukan menjadi ladang permainan oknum dan proyek asal jadi. (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *