Serbu Jalan Kawi! Hankam 234SC Jateng Bersama Bolo Sewu dan PATS ‘Hujani’ Pengendara dengan Ratusan Takjil Gratis

author
1 minute, 43 seconds Read




Semarang, Hukum-Kriminal.com –Suasana sore di kawasan Jalan Kawi, Kota Semarang mendadak berubah menjadi lautan kepedulian. Ratusan paket takjil dibagikan secara gratis kepada para pengendara dan warga yang melintas dalam aksi sosial yang digelar Unit Hankam 234SC Jawa Tengah bersama komunitas Bolo Sewu dan PATS. Minggu,15/3/2026.

Aksi yang digelar menjelang waktu berbuka puasa itu seolah “menyergap” para pengguna jalan. Pengemudi ojek online, pekerja yang pulang kantor, hingga warga sekitar perbukitan Kawi tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan langsung oleh para relawan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Hankam 234SC Jawa Tengah, Nur Ajik Torop, yang turun ke jalan bersama puluhan anggota komunitas. Dengan penuh semangat, mereka membagikan takjil satu per satu kepada pengendara yang melintas.

“Ini bukan sekadar berbagi makanan untuk berbuka puasa. Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami kepada masyarakat. Ketika komunitas bersatu, dampaknya bisa jauh lebih besar,” tegas Ajik Torop di sela kegiatan.

Kolaborasi Komunitas yang Menggetarkan Jalanan
Aksi sosial ini bukan sekadar kegiatan rutin Ramadan. Sinergi antara Hankam 234SC Jateng, Bolo Sewu, dan PATS disebut menjadi simbol kuat solidaritas komunitas di Jawa Tengah.
Di tengah padatnya arus lalu lintas sore hari, para relawan terlihat sigap menghampiri kendaraan yang berhenti. Senyum warga pun pecah saat menerima paket takjil yang dibagikan dengan penuh kehangatan.

Beberapa pengendara bahkan menyebut kegiatan ini sebagai “penyelamat” bagi mereka yang terjebak macet menjelang waktu berbuka.

Biasanya kawasan Jalan Kawi dikenal padat dan sibuk saat jam pulang kerja. Namun sore itu suasananya berubah lebih hangat. Kehadiran para relawan yang membagikan takjil membuat jalanan terasa lebih hidup dan penuh kebersamaan.

Selain berbagi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi antaranggota komunitas dalam menjaga kebersamaan serta kondusivitas wilayah di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang.

Ajik Torop menegaskan, kegiatan serupa akan terus digelorakan selama Ramadan sebagai bukti bahwa solidaritas sosial masih kuat di tengah masyarakat.

“Ramadan adalah momentum berbagi. Selama kami masih bisa bergerak, aksi seperti ini akan terus kami lakukan,” pungkasnya.

Kalau Anda mau, saya juga bisa buatkan versi yang lebih provokatif ala headline viral media online atau format naskah TikTok yang lebih “meledak” supaya berpotensi ramai di media sosial. (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *