Setelah Menunggu 10 Tahun, Dana Koperasi Plasma Maju Bersama Baru Dibagikan Sekarang, Ada Apa ?
Berau Kaltim, HK NEWS – Akhirnya setelah 10 tahun para anggota menunggu, sejak penanaman tahun 2013 hingga 2023, direalisasikan juga pencairan perdana hasil Plasma tahap 1 dan tahap 2 periode tahun 2023 yang bertempat di Balai Desa Kampung Dumaring, Talisayan Kabupaten Berau, Minggu (10/9/2023), dengan dihadiri oleh para anggota dan pengurus koperasi, perwakilan perusahaan serta Muspika Kecamatan Talisayan.
Penuturan M, salah seorang anggota koperasi kepada HK News, ia menyampaikan sejak berdirinya Koperasi Plasma Maju Bersama seingatnya hanya sekali di adakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Dan pengurus kurang terbuka terhadap apa yang menjadi kendala dan bagaimana hasil pencapaian selama koperasi ada.

Ditambahkan oleh anggota koperasi lainnya berinisial WD yang mengatakan, “Pencairan perdana plasma BKNS ini, dia tidak mendapatkan surat undangan resmi dari pengurus koperasi, sehingga pada saat di tempat atau balai desa dia tidak membawa persyaratan pencairan Plasma seperti yang diminta pengurus koperasi. Ia juga meminta agar lKP bulanan seharusnya di sampaikan kepada anggota Koperasi Maju Bersama BKNS, agar hasil yang didapatkan setiap bulannya bisa diketahui bersama. Dan seharusnya dalam pertemuan pembagian hasil perdana juga disampaikan dulu berapa total pendapatan yang mau dibagikan ke masyarakat, setelah itu baru di adakan pembagian,” ungkap WD kepada HK News.
Menjawab keluhan para anggota koperasi, Yusuf selaku Perwakilan Manajemen PT. BKNS menyampaikan bahwa agenda hari ini adalah terkait pembagian Bantuan dana Talangan Plasma sebelum Akad kredit, untuk pencairan tahun 2023 tahap 1 dan tahap 2 per 3 Bulan yaitu dari bulan Januari sampai bulan Juni 2023 sebesar Rp. 800.000,- /orang.

“Kedepannya akan dilakukan pencarian rutin per 3 bulan. Untuk hasil plasma atau hak masyarakat tahun 2017 sampai tahun 2022 itu tetap ada dan tidak hilang, karena saat ini masih proses pengajuan akad kredit dan setelah akad kredit selesai maka secepatnya akan diselesaikan. Untuk plasma, kami tidak memungkiri karena memang sudah ada hasil panennya. Keterbukaan dengan kantor HO Samarinda, kita dari tahun 2021, sesak nafaslah kesulitan masalah keuangan. Jadi kendala yang dialami selama ini adalah masalah finansial, salah satu penyebab terhambatnya pencarian dana plasma,” jelas Yusuf.
Yusuf juga menjelaskan terkait aturan yang berlaku, bahwa hal ini tidak sesuai dengan ketentuan atau aturan yang berlaku di Negara Republik Indonesia, namun ia menyampaikan permintaan maaf dan bersyukur, karena dalam proses pengurusan ini apa yang menjadi hambatan dan kendala satu persatu bisa terselesaikan walaupun masih bertahap.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akad kredit ke Bank Mandiri bisa selesai dan semua hak masyarakat atau anggota koperasi terealisasikan,” tutupnya.
Sama halnya yang disampaikan Ketua Koperasi Maju Bersama, Muhammad Arifin, “Hari ini agenda kita adalah pembagian dana talangan ataupun sifatnya kita meminjam dengan perusahaan dari periode Januari hingga Juni 2023, yakni ini hanya sementara sampai akad kredit itu selesai. Adapun untuk kebun yang sudah di panen sejak tahun 2017 kita akan berusaha merangkul dinas-dinas terkait,” ujarnya.
Masih dijelaskan Arifin, “Ini adalah upaya kita dari pengurus untuk meyakinkan kepada anggota yang sudah kurang percaya dengan pengurus, karena hampir kurang lebih 10 tahun belum ada tanda-tanda hasil. Yang menjadi kendala koperasi dalam pencairan dana plasma adalah karena komunikasi mungkin kurang untuk menjembatani secara intensif normal seperti biasa, karena akses jalan ke PT. BKNS agak susah atau sulit dan lokasi yang sangat jauh, berada di perbatasan dengan wilayah Kutai Timur.,” jelasnya.
Ditambahkan olehnya, bahwa pihak koperasi sudah berupaya melakukan akad kredit bersama dengan pihak perusahaan sejak tahun 2013 hingga tahun 2022, dan baru ada bayangan bahwa penjamin ada. Hal ini terjadi berdasarkan informasi, karena yang mau di jaminkan oleh pihak perusahaan belum sesuai dengan kondisi perkebunan yang ada, mengingat lahan inti PT. BKNS yang terbuka kurang lebih 4000an hektar saja dari 9000 hektar. Sementara kebun Plasma Maju Bersama yang terbuka saat ini sekitar 800 hektar dari total 1800 hektar. Jadi ada sekitar 1000 hektar yang belum terbuka, karena kesulitan keuangan. Pihak koperasi menyampaikan kembali dan berharap ada kantor perwakilan PT. BKNS di Kabupaten Berau untuk memberikan kemudahan komunikasi dan lainnya.

Menanggapi Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dianggap jarang bahkan tidak ada oleh anggota koperasi, Arifin menjelaskan bahwasanya RAT tersebut tidak menyertakan seluruh anggota, namun dirinya telah berkonsultasi dengan pemerintah atau dinas terkait bahwa di perbolehkan untuk menggunakan cadangan atau perwakilan. Dan sebagai ketua juga ada semacam keraguan karena pertimbangan siapa tau di kemudian hari perusahaan ini tutup dan anggota telah membayar simpanan pokok, simpanan wajib, tentunya dari mana koperasi bisa mengembalikan dana masyarakat yang sudah dimasukkan menjadi anggota. Sehingga hal inilah dirinya selaku ketua mengambil inisiatif menetapkan dulu anggota hanya 57 orang saja yang diaktifkan, dan nantinya mereka inilah yang mempertanggung jawabkan dari 900 orang, kemudian itu wajib untuk melakukan simpanan pokok dan simpanan wajib
“Kami juga selaku ketua selalu mendanai simpanan pokok dan simpanan wajib itu sebagai bukti bahwa koperasi ini berjalan dan tidak mati makanya yang tidak terundang itu memang kita tidak undang tapi tetap menjadi anggota koperasi. Artinya yang penting koperasi melakukan RAT, apabila selama 3 tahun tidak ada RAT, maka di pastikan badan hukum Koperasi Maju Bersama dicabut. Dan Rapat Anggota Koperasi dalam waktu dekat di bulan September akan diadakan segera. Dan terkait dana yang sudah tersampaikan pada tahun 2021 itu masih ada pada pihak perusahaan, dan tidak hilang sama halnya dengan hak masyarakat dari tahun 2017 hingga 2022, setelah akad kredit selesai maka hak tersebut akan di berikan. Upaya tegas yang pernah dilakukan ke perusahaan PT. BKNS yaitu melakukan penutupan PT. BKNS,” ungkap Arifin.

Sementara itu Rusdiansyah yang mewakili Pemerintahan Kecamatan Talisayan menyampaikan ungkapan syukur, karena yang ditunggu-tunggu masyarakat akhirnya bisa terealisasi juga. Hal ini mengingat sudah beberapa tahun berjalan tidak ada realisasi oleh PT. BKNS. Menurutnya mungkin ada kendala-kendala dilapangan, entah itu dri pihak perusahaan atau koperasi itu sendiri.
“Alhamdulillah dengan kerja keras Koperasi Maju Bersama dan pihak perusahaan PT. BKNS, pada hari ini meskipun dalam jangka waktu yang cukup lama baru bisa terealisasi. Setelah hari ini pembagian hasil plasma, kita berharap kedepannya adanya keterbukaan dan transparansi antara PT. BKNS, pengurus koperasi dan anggota koperasi yang ada didalamnya. Karena dengan ada keterbukaan segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya,” pungkasnya.
Laporan Tim HK News Berau
Editor: Redaksi
