Tolak Bala Buang Naas, Upaya Melestarikan Budaya Bahari Masyarakat yang Hidup Berdampingan Dengan Laut

2 minutes, 19 seconds Read

 

Tolak Bala Buang Naas, Upaya Melestarikan Budaya Bahari Masyarakat yang Hidup Berdampingan Dengan Laut

 

 

Berau Kaltim, HK NEWS – Indonesia yang terdiri dari berbagai Suku menghasilkan banyak kebudayaan disetiap daerah. Budaya yang berhubungan dengan agama, alam, pertanian dan lainnya termasuk budaya laut (Bahari).

 

Dari sekian banyaknya budaya bahari yang kita ketahui seperti Pesta Laut, ada juga Tolak Bala Buang Naas. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Talisayan Kabupaten Berau Kaltim, mengadakan acara budaya Tolak Bala Buang Naas di pesisir pantai Talisayan, Rabu (13/9/2023).

 

 

Acara Tolak Bala Buang Naas adalah Budaya Bahari yang dimaknai sebagai kumpulan nilai pengetahuan, kepercayaan, aktivitas dan perilaku masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut.

 

Seperti yang disampaikan oleh salah seorang warga yang ditemui oleh HK News di lokasi acara mengatakan, kegiatan hari ini adalah acara adat budaya buang naas yang sudah dilakukan dari sejak turun temurun, dan dengan acara ini masyarakat berdoa dan berharap semoga Allah SWT selalu memberikan keselamatan dan kesehatan, kemurahan rejeki tentunya buat masyarakat Talisayan dan sekitarnya.

 

Namun ia menyayangka karena acara tahun ini tidak semeriah tahun sebelumnya, dan berharap tahun depan acara ini bisa lebih ramai lagi.

 

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Bupati Kabupaten Berau H. Gamalis, SE berharap kedepannya acara budaya tolak bala buang naas yang merupakan acara rutin tahunan dari warga masyarakat Kampung Talisayan, tentu sebagai pemerintah daerah mendukung, karena ini bagian dari sebuah wacana untuk meningkatkan pariwisata Kabupaten Berau.

 

“Acara tolak bala buang naas kita harus dukung, karena ini bagian dari adat budaya masyarakat yang ada disini,” ujar Wakil Bupati.

 

Saat ditanyakan mengenai akses jalan penunjang pariwisata, Wakil Bupati menerangkan, “Insya Allah tahun depan anggaran dana melalui DAK tersebut sudah ada untuk pengerasan jalan dan semenisasi di sektor pariwisata. Mudah-mudahan kita selalu tingkatkan dengan adanya acara agenda hari ini,” jelasnya.

 

 

Pernyataan Wakil Bupati tersebut diperjelas kembali oleh Camat Talisayan Ahmad Juhri, menyampaikan perihal pengerasan jalan akses pariwisata dengan semenisasi ke area Pantai Pendopo Talisayan yang perlu perbaikan, Ia mendukung penuh upaya untuk menunjang kemajuan pariwisata tersebut.

 

Anggota DPRD Hj. Darlena yang hadir mewakili Ketua DPRD Kabupaten Berau berharap acara rutin ini akan menjadi kalender event tahunan Kabupaten Berau di Kecamatan Talisayan.

 

“Ini sudah menjadi tradisi dari jaman nenek moyang, seperti yang saya tau seperti itulah dari orang-orang tua ketika mereka tidak melakukan budaya tolak bala ini, semacam ada hal yang akan terjadi. Jadi untuk kebaikanlah tentunya acara sakral atau tolak bala buang naas ini,” ungkapnya.

 

Hj. Darlena juga menjelaskan terkait jalan yang ada di area Pantai Pendopo, anggaran tersebut sudah ketuk palu di anggaran perubahan, dan ketika tidak terealisasi di perubahan ini Insya Allah dari banggar akan di perjuangkan untuk tahun depan.

Dan harapan kedepannya adalah Talisayan menjadi Kabupaten Pesisir.

 

Liputan Tim HK News Berau

Editor: Redaksi

 

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *