Kampung Pegat Batumbuk Masih Hidup Dalam Kemiskinan, Perlu Perhatian Serius dari Pemerintah Kabupaten

2 minutes, 41 seconds Read

 

Kampung Pegat Batumbuk Masih Hidup Dalam Kemiskinan, Perlu Perhatian Serius dari Pemerintah Kabupaten

 

 

Berau Kaltim, Hukum & Kriminal (HK News) – Masyarakat yang ada di Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau, khususnya wilayah RT 1 belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah setempat. Mereka selama ini menjalani kehidupan dalam kemiskinan, dan sudah lama warga Kampung Pegat Batumbuk tidak menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Berau, dimana beberapa rumah warga hampir rubuh dikarenakan pondasi kayu rumah yang sudah lemah.

 

Saat Tim Hukum & Kriminal (HK News) Berau mengunjungi Kampung Pegat Batumbuk, di Kecamatan Pulau Derawan, bertemu dengan Andi Asidikin salah satu tokoh masyarakat setempat yang menyambut baik media HK News yang telah menginjakkan kaki sampai ke Kampung Pegat Batumbuk.

 

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan HK News ke Pegat Batumbuk khususnya wilayah RT 1 Kecamatan Pulau Derawan. Agar dapat menyampaikan ke publik, bagaimana kondisi kehidupan ekonomi masyarakat kami yang ada di pulau terkecil yang ada di Pulau Derawan,” ujarnya.

 

Andi Asidikin menjelaskan keberadaan dan kondisi perekonomian masyarakat diwilayahnya, sangat memprihatinkan. “Mau mencari ikan tak ada modal, seperti beberapa keadaan rumah warga sungguh tak layak huni. Bahkan kebanyakan masyarakat mengeluh, karena pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Berau, hingga saat ini, tidak pernah datang ke Kampung Pegat Batumbuk khususnya dii RT 1, Kecamatan Pulau Derawan,” ungkapnya.

 

 

Menurut Andi Asidikin masyarakatnya sebagian besar hidup sebagai nelayan tradisional, dan hasil tangkapannya hanya di buatkan Terasi, sebagai penopang hidup ekonomi masyarakat setempat. Pemerintah kabupaten berau tidak pernah, memperhatikan masyarakat Kampung tersebut.

 

“Seharusnya, Bupati Berau dapat memberikan bantuan modal agar usaha pembuatan Terasi dari warga, dapat berkelanjutan. Kalau saja Pemerintah Kabupaten Berau serius, maka ancaman kemiskinan bagi masyarakat akan dapat dilewati,” jelasnya.

 

Andi menambahkan yang di butuhkan warga, yaitu tempat penjemuran ikan terasi, gunanya untuk meningkatkan produksi. Karena selama ini yang dilakukan warga, pembuatan tempat penjemuran ikan dengan biaya swadaya dari masyarakat sendiri, seperti dalam membangun jembatan jalan.

 

“Tempat penjemuran Ikan Terasi sangat penting, karena akan meningkatkan produksi, dan akan ada peningkatan pendapatan dari masyarakat, dan setelah itu masyarakat akan dapat mandiri,” ujarnya.

 

Usaha terasi yang sudah dilakukan masyarakat kampung Batumbuk, bila dikumpulkan dalam satu Kampung bersama, bisa mencapai 10 ton perminggunya. Biasanya pengusaha yang datang dari lombok yang datang sendiri, dan langsung membeli terasi produksi masyarakat Kampung Batumbuk.

 

Siti Rohana, salah seorang ibu rumah tangga, yang ditemui juga menyampaikan bahwa kampungnya perlu sentuhan bantuan. Harapannya Bupati Berau melalui kepala OPD nya atau Dinas Diskoperindak dapat memperhatikan, “Bila perlu berkunjung lah sekali-sekali ke kampung Pegat Batumbuk,” harapnya.

 

Siti Rohana melanjutkan bahwa maunya masyarakat agar di bantu modal usaha, sarana penjemuran terasi, bedah rumah warga yang tidak layak huni, kemudian butuh bantuan kayu buat jembatan jalan, karena dilihat telah banyak mengalami kerusakan hingga miring, bahkan hampir roboh, hal ini yang dirindukan masyarakat kampung Pegat Batumbuk khususnya di RT 1, Kecamatan Pulau Derawan.

 

Masyarakat juga mengharapkan bantuan air bersih dan pemeliharaan penerangan, karena untuk penerangan sudah 20 hari masyarakat mengalami kegelapan, alatnya kena sambar petir, masalah jaringan yang belum dapat di nikmati oleh masyarakat.

 

“Masalah dermaga yang masih memprihatinkan, sudah lama tidak ada bantuan, perlu direhab untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kampung Pegat Batumbuk,” tutupnya.

 

Liputan Tim Hukum & Kriminal (HK News) Berau

Editor: Red

 

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *