
Semarang, Hukum-Kriminal.com— Menjelang detik-detik Hari Raya Idul Fitri 1447 H, kabar menggembirakan datang bagi para pejuang pendidikan. LAZISKU Pusat bersama LAZISKU Jawa Tengah menggelar aksi nyata dengan menyalurkan bantuan Tunjangan Hari Raya (THR) dan bingkisan Lebaran kepada guru honorer dan guru ngaji, Senin (16/3/2026).
Langkah ini menjadi bukti bahwa para pendidik yang selama ini berjuang di garis depan pendidikan dan pembinaan akhlak masyarakat tidak dibiarkan berjalan sendiri.
Dalam kegiatan penuh kehangatan tersebut, bantuan disalurkan kepada 12 guru honorer di SMK Robbi Rodliyya, 5 guru ngaji di TPQ Ad Da’wah, serta 3 guru ngaji dan honorer di Demak. Meski sederhana, bantuan ini menjadi suntikan semangat bagi para guru yang selama ini mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan.
Acara penyaluran dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Dewan Penasihat Lazisku Jateng sekaligus Ketua KB PII Jateng M. Yanuar Nurahman, S.H., M.H, Ketua Yayasan Robbi Rodliyya Ahmad Muslim, S.T, serta Kepala Sekolah SMK Robbi Rodliyya yang juga Ketua Lazisku Jateng. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama untuk terus memperhatikan kesejahteraan para pendidik.
Perwakilan LAZISKU Jateng, Adi Kiswanto, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan bagian dari misi besar lembaga zakat untuk menguatkan peran guru honorer dan guru ngaji sebagai penjaga masa depan generasi bangsa.
“Kami ingin para guru tetap semangat menjalankan tugas mulia mereka. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi semoga bisa meringankan kebutuhan menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Suasana haru dan syukur pun terasa saat para penerima bantuan menerima bingkisan tersebut. Bagi mereka, perhatian ini menjadi bukti bahwa pengabdian para guru masih mendapat tempat di hati masyarakat.
Kegiatan ini pun diharapkan menjadi pemantik kepedulian lebih luas, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga zakat, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam menebar manfaat serta menjaga semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Di tengah perjuangan sunyi para guru honorer dan guru ngaji, bantuan ini menjadi cahaya harapan menjelang Lebaran. (Agil)
