Kebonagung Demak, HK News
Sebuah aksi unjuk rasa digelar oleh puluhan warga Desa Sarimulyo di depan kantor desa setempat untuk menuntut pencopotan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ahmad Azwan. Tuntutan ini mencuat setelah adanya dugaan tindakan pemerasan sebesar Rp200 juta yang dilakukan oleh oknum Ketua BPD tersebut kepada Kepala Desa (Kades) Sarimulyo.

Ilustrasi kantor pelayanan pemerintahan desa tempat berkumpulnya massa unjuk rasa warga Desa Sarimulyo, diambil pada Senin (26/10/2026). (Sumber: Red)
Dalam rekaman video orasi yang beredar, salah satu koordinator aksi menyampaikan mosi tidak percaya di hadapan aparat keamanan dan perangkat desa. Massa menilai tindakan Ahmad Azwan sangat melenceng dari fungsi pengawasan BPD yang seharusnya pro terhadap kepentingan masyarakat desa.
“Kami selaku warga merasa malu dan cemas dengan kegaduhan yang terjadi akibat ulah Ketua BPD. Sikap yang viral di media sosial tersebut sama sekali tidak mencerminkan suri teladan yang baik, melainkan justru mencoreng nama baik desa kami,” papar salah satu koordinator aksi di tengah kerumunan warga.
Warga setempat juga mengeluhkan kinerja Ketua BPD yang dinilai pasif dalam memajukan desa. Selama menjabat, Ahmad Azwan dianggap tidak pernah merangkul organisasi kepemudaan maupun menghidupkan kegiatan keolahragaan di wilayah Desa Sarimulyo.
Aksi protes tersebut berlangsung riuh namun tetap kondusif di bawah pengawalan ketat petugas Polsek Kebonagung dan anggota Koramil setempat. Hingga berita ini diturunkan, warga mendesak jajaran instansi terkait di tingkat kecamatan maupun kabupaten untuk segera memproses pemberhentian Ahmad Azwan secara permanen.
(Awe)



Komentar