Demak, Hukum – Kriminal.com – Pembangunan gedung Koperasi Merah Putih di Desa Surodadi, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, kembali mengundang tanda tanya besar. Warga menemukan dugaan serius terkait penggunaan material tidak lazim pada bagian pondasi bangunan, memantik kekhawatiran akan kualitas dan keamanan konstruksi. (4/12)
Temuan di lapangan menunjukkan adanya bahan yang diduga mirip batu bara digunakan sebagai alas pondasi. Praktik tersebut dianggap sangat janggal dan berpotensi merusak struktur bangunan dalam jangka panjang. Tak hanya itu, besi yang digunakan diduga lebih kecil dari standar, memperkuat dugaan pengurangan spesifikasi material.
Kecurigaan warga semakin menguat karena proyek bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah ini tidak dilengkapi papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan dalam regulasi transparansi pembangunan. Tanpa papan proyek, masyarakat tak mengetahui sumber anggaran, nilai kontrak, masa pekerjaan, hingga siapa pelaksananya.
Masalah tidak berhenti di situ. Gedung ini dibangun di atas tanah aset desa, namun tidak pernah ada Musyawarah Desa (Musdes) maupun Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur pemanfaatan tanah tersebut. Langkah itu diduga kuat melanggar ketentuan pengelolaan aset desa sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Informasi lain yang beredar menyebut proyek ini diduga menggunakan dana pinjaman bank, bahkan diduga aset desa dijadikan jaminan kredit. Jika benar, praktik tersebut dapat masuk kategori penyalahgunaan wewenang karena aset publik tidak boleh dijadikan agunan tanpa keputusan resmi desa.
Warga kini mendesak pemerintah kecamatan, inspektorat, hingga aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Audit menyeluruh terhadap legalitas, alur pembiayaan, kualitas material, dan dugaan pelanggaran aset desa dinilai sangat penting untuk mencegah kerugian negara dan potensi persoalan hukum di kemudian hari.
Warga berharap proses pembangunan dihentikan sementara hingga investigasi tuntas, agar tidak terjadi pembangunan yang hanya menghabiskan anggaran namun meninggalkan bangunan rapuh dan sarat masalah. (Agil)

