
Kudus, Hukum.kriminal.com –
Suasana mencekam menyelimuti SMA Negeri 2 Kudus, Kamis (29/1/2026) siang. Sebanyak 118 siswa mendadak tumbang dan harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini memicu kepanikan massal dan sorotan tajam publik terhadap kualitas serta pengawasan program pemerintah tersebut.
Puluhan ambulans, kendaraan BPBD, hingga aparat kepolisian dikerahkan. Halaman sekolah berubah layaknya lokasi bencana medis, ketika satu per satu siswa dievakuasi dalam kondisi lemas dan kesakitan ke sejumlah rumah sakit rujukan.
Berdasarkan keterangan sementara, gejala mulai dirasakan tak lama setelah para siswa mengonsumsi menu makan siang berupa soto. Para korban mengeluhkan mual hebat, pusing, muntah, hingga diare akut yang terjadi berulang kali. Aktivitas belajar mengajar langsung dihentikan total, pihak sekolah fokus pada penyelamatan siswa.
Sebagian besar korban dirawat intensif di IGD RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dan RS Mardirahayu, sementara tenaga medis bekerja ekstra menangani lonjakan pasien secara bersamaan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, turun langsung ke lokasi kejadian. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan siswa ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kudus. Selain itu, Bupati memerintahkan Dinas Kesehatan segera melakukan langkah cepat dengan mengambil sampel makanan dan feses korban untuk uji laboratorium menyeluruh.
“Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Jika ada kelalaian, akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Satgas MBG Kabupaten Kudus menyatakan akan melakukan evaluasi total terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari, selaku penyedia makanan. Seluruh sisa makanan dan biaya produksi turut menjadi bagian dari pemeriksaan guna memastikan standar keamanan pangan dipatuhi.
Hingga Kamis sore, tim medis dan aparat kepolisian masih bersiaga di sekolah dan rumah sakit. Program MBG di SMAN 2 Kudus resmi dihentikan sementara, menunggu hasil investigasi laboratorium dan penyelidikan menyeluruh terhadap vendor.
Publik kini menanti kejelasan: apakah insiden ini murni kelalaian, atau kegagalan sistemik dalam pengawasan program MBG? Pemerintah berjanji tidak akan mentolerir pelanggaran sekecil apa pun yang mengancam keselamatan pelajar.(Agil)
