Lansia Lumpuh Terpanggang Api di Wedung! Kasur dan Alat Pemanas Listrik Jadi Pemicu Kebakaran

1 minute, 23 seconds Read


Demak, Hukum-Kriminal.com – Tragedi kebakaran nyaris merenggut nyawa seorang lansia tak berdaya di Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 12.15 WIB, saat korban dalam kondisi sakit parah dan sendirian di dalam rumah.

Korban diketahui bernama Muhyidin (70), seorang pedagang warga setempat yang menderita stroke, tidak bisa bergerak, bahkan tak mampu berbicara. Dalam kondisi lumpuh dan tanpa pendamping, Muhyidin terjebak kobaran api yang melahap kasur busa, kasur udara, serta alat pemanas tubuh berbasis listrik.
Asap pekat yang mengepul dari rumah korban pertama kali memicu kepanikan warga. Faidatul Muntiah (46) yang sedang beristirahat di rumahnya terbangun setelah mendengar teriakan warga. Ia kemudian melihat asap tebal dan kobaran api keluar dari rumah Muhyidin.

Tak menunggu lama, Faidatul segera membangunkan Khoirus Sholeh (51). Keduanya nekat menerobos kepulan asap dan melakukan pemadaman secara manual dengan air seadanya.

“Api berhasil dipadamkan, lalu korban segera dievakuasi ke rumah warga,” ungkap Plt Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod.

Peristiwa ini langsung dilaporkan ke Call Center 110 Polres Demak. Petugas piket Pamapta dan fungsi segera meluncur ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal.
Dalam kondisi luka bakar di kaki, tangan, dan perut, Muhyidin akhirnya dilarikan menggunakan mobil siaga desa ke RSU RA Kartini Jepara untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan polisi, namun dugaan kuat mengarah pada alat pemanas listrik yang digunakan korban.

“Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat. Penggunaan alat listrik, khususnya alat pemanas, harus benar-benar diawasi dan instalasi listrik wajib dipastikan aman,” tegas Iptu Nu’man.

Tragedi ini kembali membuka mata publik: kelalaian kecil pada peralatan listrik bisa berubah menjadi petaka besar, terutama bagi warga lansia dan sakit yang hidup dalam keterbatasan. (Agil)

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *