Kapolres dan Forkopimda Turun Langsung! Tiga Tanggul Jebol, Ribuan Warga Demak Dikepung Banjir

author
1 minute, 33 seconds Read

Kapolres dan Forkopimda Turun Langsung! Tiga Tanggul Jebol, Ribuan Warga Demak Dikepung Banji
Demak, Hukum-kriminal.com – Bencana banjir kembali menghantam Kabupaten Demak. Tiga titik tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang dan Sungai Cabean membuat ribuan warga terdampak dan ratusan hektar lahan pertanian terendam, Senin (16/2/2026).
Bupati Demak Eisti’anah bersama jajaran Forkopimda turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terkoordinasi. Monitoring dilakukan di sejumlah titik krusial yang jebol akibat tingginya curah hujan serta melonjaknya debit air.
Tiga titik tanggul yang jebol masing-masing berada di Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen (Sungai Cabean), serta di Dukuh Dempel, Desa Pilangwetan dan Dukuh Wareng, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung (Sungai Tuntang).
Air setinggi 20 hingga 70 sentimeter merendam permukiman warga. Ratusan kepala keluarga terdampak, sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Tak hanya itu, akses jalan utama penghubung Purwodadi–Semarang terputus sepanjang kurang lebih 25 meter, membuat arus lalu lintas lumpuh total dan dialihkan ke jalur alternatif.
Bupati Eisti’anah menegaskan, Pemkab Demak segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat perbaikan tanggul.
“Kami bergerak cepat bersama BBWS, TNI, Polri, BPBD, dan relawan agar perbaikan tanggul segera dilakukan dan dampaknya tidak semakin meluas,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Kapolres Demak Arrizal Samelino Gandasaputra memastikan Pasukan Siaga Bhayangkara telah diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, serta menjaga keamanan lingkungan terdampak.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami pastikan evakuasi berjalan maksimal dan situasi tetap aman serta kondusif,” ujar AKBP Arrizal.
Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, PMI, dan masyarakat juga dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang menutup badan jalan demi mempercepat pemulihan akses transportasi.
Forkopimda mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat debit air tahun ini disebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sehingga meningkatkan tekanan pada tanggul.
Banjir belum sepenuhnya surut. Namun satu hal yang pasti, sinergi lintas instansi di Demak kini diuji untuk bergerak cepat memulihkan keadaan dan memastikan keselamatan warganya.

Bagikan Berita/Artikel ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *